Ridha Fadhly
3 min readMar 20, 2021

SELLTER

rutinitas malam di kedai kopi berlanjut dari hari ke hari tapi gw menemukan kedai kopi nyaman di jalan hasanuddin bima gang sebrang kantor pos dan jalan kaki sedikit keliatan kedai kopinya di sisi kiri jalan, gw menggambarkan tentang keunikkan kedai kopinya, sellter kopi nama kopi shop dengan halaman kecil tersedia kursi dan meja untuk pengujung yang mau mengbrol, membaca sambil dengerin musik atau kegiatan lainnya. ada foto yang gw jepret ketika nongkrong di sellter yang menggambarkan kedai kopinya.

hal menarik lainnya dari kedai kopi sellter adalah mereka tidak menyediakan wifi untuk pengunjung hal berbeda yang mereka tonjolkan dengan kopi shop lain jadi para pengunjung yang datang benar-benar untuk melakukan aktivitas mengobrol, mendengarkan musik atau hal lain yang mengesampingkan handphone masing-masing.

Kenapa gw bilang unik karena terletak di tengah pemukiman warga dan jauh dari bising bunyi kendaraan super berisik selain itu bangunan lama dan dikeliling pohon menambah suasana sejuk dan nyaman untuk menghabiskan waktu dengan berbagai kegiatan baik sendiri ataupun rame-rame. melangkahkan kaki ke halaman rumah langsung keliatan di depan mata isi rumah yang terpajang rapi kamere analog, mic,televisi lama dan berbagai koleksi pribadi pemiliknya. sisi kiri keliatan gerobak kopi tempat memesan minuman dan berbagai peralatan untuk meracik menjadi kopi yang bisa di seduh pengunjung dengan harga relatif murah tapi kedai kopinya tanpa cemilan.

sedikit gambaran tentang kedai kopi sellter tapi hal besar yang mau gw ceritain disini bagaimana pemilik membuka ruang komunikasi dengan pengunjung untuk ikut berbaur dengan yang lain agar saling bisa mengenal satu sama lain. jadi, ketika mampir dilain hari bukan sekedar pesan duduk dan bayar tapi ada obrolan pembuka yang akan berlanjut ke obrolan yang lebih luas. membuka ruang komunikasi bagi gw membawa jauh ke depan tentang banyak hal terutama dengan orang baru salah satunya ketika ditanya kesini dengan siapa gw bilang sendiri ada obrolan selanjutnya pake apa?? gw jawab naik grab dengan spontan barista menawarkan tumpangan ketika gw mau balik.

setelah obrolan singkat sebelum memesan kopi gw lanjut ke meja dan mengeluarkan buku dari totegbag untuk membaca sambil menunggu kopi datang, selang beberapa menit pesanan datang dengan ruang obrolan baru dengan barista saling bertukar cerita yang cukup lama tanpa disadari teman-teman barista ikut nimbung dan mengenalkan gw ke teman-teman diselter. ada sisitimur bob yanuar dan banyak lagi saling bercerita mereka berangkat dari mana sampai berdiri seperti sekarang, sesuatu kemewahan mendengar cerita atau pengalaman berbeda-beda tiap orang yang gw temui. waktu berjalan dengan sendiri tanpa disadari malam makin larut obrolan makin panjang dari perkenalan singkat itu barista menawarkan gw pulang bareng anton karena searah.

hal sederhana begitu bagi gw besar karena menunjukkan kepedulian dengan orang baru seperti gw yang bisa dihitung jari ngopy di tempatnya ada kehangatan yang rasakan baik di kedai kopi sellter maupun tuktuk dengan bahasa isyarat gw diterima dengan baik disini dan kapan lu mau mampir kesini diterima dengan baik oleh semua orang. hal besar yang gw terima beberapa bulan pindah ke bima.

Ridha Fadhly
Ridha Fadhly

Written by Ridha Fadhly

0 Followers

sumatera barat - kadang menulis kadang tidak

No responses yet